Untuk Percepatan Transformasi Digital, Bank Indonesia Bekerjasama Pemkot, PT Telkom Launching Digitalisasi Pasar Tradisional di Kota Kupang.

Kupang, media indonesia menyapa.com – Pusat┬áperdagangan dalam hal ini pasar tradisional merupakan salah satu sektor strategis yang menjadi sasaran percepatan transformasi digital. Hal ini menjawab lima langkah yang di tekankan oleh Presiden Joko Widodo yakni Percepatan Transformasi Digital. dan untuk mencapai percepatan transformasi Digital perlu adanya sinergitas antara pemerintah dan lembaga keuangan maupun lembaga terkait lainnya.

Oleh sebab itu, Sebagai wujud sinergitas dalam digitalisasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Kota Kupang dan PT. Telkom Indonesia, melaksanakan program digitalisasi pasar di Kota Kupang yang di launcing pada Rabu( 2/6/2021) du lokasi Pasar Oebobo yang di hadiri oleh Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Atmaja, PT Telkom dan Direksi PD pasar.

I Nyoman Atmaja dalam sambutannya mengatakan, untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan pasar serta meningkatkan kapasitas dan daya saing bagi pedagang pasar
tradisional maka BI akan terus bekerjasama dengan pemerintah daerah dan penyelenggara jasa sistem Pembayaran ( PJSP).

“Sinergi untuk mendorong digitalisasi pada ekosistem pasar
tradisional terus kami lakukan bekerjasama dengan Pemerintah
Daerah dan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk
meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan pasar serta
meningkatkan kapasitas dan daya saing bagi pedagang pasar
tradisional,” jelas Nyoman Atmaja.

Menurut Nyoman Atmaja, Digitalisasi Pasar yang akan dilakukan mencakup penerimaan retribusi serta digitalisasi transaksi pembayaran melalui
QRIS dan Kedepannya Bank Indonesia akan terus mendorong agar dapat direplikasi dan diimplementasikan pada pasar-pasar lainnya di Kota Kupang
dan di seluruh NTT.

Selanjutnya di sampaikan pula bahwa, Bank Indonesia melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya akan terus mendorong upaya digitalisasi salah satunya dengan meningkatkan akseptansi QRIS sehingga dapat mencapai target nasional 12 juta merchant. Secara nasional jumlah merchant QRIS saat ini telah mencapai 7,09 juta merchant dan untuk Provinsi NTT sebanyak 35.095 merchant, meningkat sebesar 12.8%
dibandingkan dengan awal tahun 2021.
” Melalui akselerasi Ekonomi Keuangan Digital kami harapkan dapat
mempercepat pemulihan ekonomi khususnya di NTT sehingga
terwujudnya NTT Bangkit, Maju dan Sejahtera,” Atmaja.

Nyoman Atmaja menegaskan juga bahwa Bank Indonesia terus mendukung upaya bersama dalam
mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui
langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran.

Langkah-langkah tersebut antara lain mendorong akselerasi
digitalisasi keuangan melalui Standar Nasional Pembayaran melalui
QR atau yang disingkat menjadi QRIS, sekaligus mendorong
kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI).

Pada kesempatan yang sama, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan agar di pastikan program digitalisasi pasar ini dapat berjalan dengan baik dan semua transaksi dapat di lakukan dengan QRIS dan selain itu pula apabila program ini berhasil dapat juga meningkatkan PAD.

Diakui Jefri kalau memang dengan mengunakan digitalisasi keuangan belum sepenuhnya dipahami oleh pedagang dan masyarakat sehingga perlu adanya sosialisasi secara baik kepada masyarakat. ( CP ).

Komentar