UPTD Museum Daerah Provinsi NTT Gelar lomba Karya Tulis Bagi Siswa SMK dan SMA Kota Kupang

 

Kupang, media Indonesia menyapa.com
Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT melalui UPTD Museum NTT menggelar Lomba karya tulis bagi para siswa dan siswi tingkat SMA dan SMK di kota Kupang.

Lomba Karya tulis mengusung tema “menelusuri karya budaya lewat sistem mata pencaharian tradisional di Provinsi NTT ini berlangsung selama dua hari yakni 21 – 22 September 2023 di Aula UPTD Museum Daerah NTT.

Ket Foto : Kepala UPTD Museum NTT Aplinuksi M.A Asamani

Kepala UPTD Museum NTT Aplinuksi M.A Asamani saat di temui media Indonesia menyapa di kantor Museum daerah NTT mengatakan, lomba ini memberikan semangat untuk menjadikan museum sebagai tempat belajar tentang tata nilai dan budaya sebagai dasar dalam pembentukan karakter manusia dan generasi muda.

Dirinya mengatakan manusia yang berkarakter adalah manusia yang tidak meninggalkan nilai-nilai budaya sebagai instrument pengendalian perilaku dan peradaban manusia,” ujarĀ Aplinuksi.

“Oleh sebab itu melalui karya tulis ini, museum harus menjadi pusat informasi terkait dengan peradaban manusia baik yang terkait dengan tata nilai maupun hasil karya budaya manusia yang terukir dalam sejarah kehidupan umat manusia karena museum sebagai pusat informasi budaya hendaknya menjadi tempat belajar bagi seluruh generasi dalam pembentukan karakter yang berbasiskan budaya daerah,” jelas Aplinuksi.

Menurut kepala Museum NTT, dalam lomba tentang karya tulis ini akan ditampilkan aspek historis tentang Sistem mata pencaharian tradisional, peranan sistem mata pencaharian tradisional dalam berbagai aspek kehidupan budaya masyarakat NTT.
Karena diakui nya, mata pencaharian tradisional merupakan hasil karya budaya sehingga kita tidak meninggalkan budaya sebagai media hidup menuju manusia yang berkarakter dan berbudaya..

Oleh karena itu, melalui lomba ini dirinya berharap dapat menimba pikiran dan masukan terkait dengan benda koleksi museum khususnya tradisional.

“Kami sangat berharap pikiran yang konstruktif untuk menjadikan museum sebagai tempat belajar bersama-sama dan sama sama belajar tentang tatanan budaya dalam bingkai peradaban di Provinsi NTT,” Pungkas Asamani. ( CP).

Komentar