Antispasi Risiko Perubahan Iklim Ekstrim, di Kota Kupang, UCLG ASPAC Gandeng Sejumlah OPD Terkait Gelar Pelatihan Penyusunan Rencana Aksi Iklim

Ket Foto: Peserta Pelatihan Penyusunan rencana aksi iklim saat mengikuti kegiatan pelatihan penyusunan rencana aksi iklim di Aston hotel Kupang

Kupang, media Indonesia menyapa.com
United Cities And Local Goverments Asia Pasific (UCLG ASPAC), Bersama Pokaj Perubahan Iklim Kota Kupang menggelar Meeting VirtualĀ pelatihan penyusunan rencana aksi iklim bagi 16 OPD dan lembaga mitra terkait Rabu(20/09/2023) di Aston Hotel Kupang.

Pelatihan Penyusunan rencana aksi iklim yang di gelar UCLG ASPAC merupakan kegiatan lanjutan dalam perhitungan resiko kerentanan dan resiko iklim ekstrim perkelurahan di Kota Kupang yang foku pada perhitungan resiko iklim kering dan basah serta melakukan tagging Renstra OPD OPD yang berkaitan dengan adaptasi perubahan iklim.

Meeting Virtual pelatihan penyusunan rencana aksi iklim dari UCLA ASPAC menghadirkan 16 instansi terkait di Kota Kupang dan 3 Lembaga mitra terkait lainnya untuk bersama menyusun rencana aksi dalam mengantisipasi serta menghadapi potensi dampak dan resiko perubahan iklim global

Kepala Bappeda Kota Kupang, selaku ketua Pokja AMPL , Djidja Kadiwanu, SE, MM. dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang digelar UCLG ASPAC bersama instansi dan lembaga terkait lainnya merupakan kegiatan lanjutan yang bertujuan untuk melakukan dan mengumpulkan skore perhitungan resiko kerentanan dan resiko iklim ekstrim basah dan kering per kelurahan di kota Kupang sekaligus tangging Renstra dari setiap OPD dimana mengidentifikasi kegiatan yang berpengaruh positif terkait adaptasi perubahan iklim.

Oleh sebab itu, Kepala Bappeda Kota Kupang, Djidja Kadiwanu berharap peserta yang hadir pada kegiatan dimaksud maupun yang baru mengikuti dapat menyesuaikan diri dan ada kerja sama yang baik, dapat menyiapkan data – data yang akurat dalam penyusunan rencana aksi iklim sehingga kedepannya dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan hidup di Kota Kupang.

“Kegiatan yang dilaksanakan oleh UCLG ASPAC hari ini merupakan kegiatan lanjutan sehingga diharapkan peserta yang hadir pun masih peserta yang sama yang pernah mengikuti namun ada pula yang baru mengikuti dapat menyesuaikan diri sehingga kegiatan ini bisa berhasil. Selain itu para peserta dapat memberikan data – data yang akurat sehingga hasil dari pertemuan ini pun bisa akurat,” jelas Djidja Kadiwanu.

Kepala Bappeda Kota Kupang juga berharap kegiatan pelatihan penyusunan rencana aksi iklim ini tidak berhenti pada saat ini saja namun masih ada kelanjutannya pada 27 September 2023 mendatang dan akan di lanjutkan dengan laporan oleh tim ahli dari Undana.

“Saya mengharapkan seluruh peserta kegiatan pendampingan teknis perhitungan kerentanan dan resiko iklim ekstrim dan rencana aksi adaptasi iklim Kota Kupang untuk dapat memaksimalkan kegiatan ini dan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kota Kupang”. Pungkas ketua Pokja AMPL, Djija Kadiwanu.
Kapela Bappeda juga menyampaikan terimakasih atas dukungan UCLG-Aspac dan CCROM IPB yang sudah membantu Pemerintah Kota Kupang delam melatih dan mendampingi Pokja Iklim dalam memberi pemahaman terkait perubahan iklim dan penyusunan rencana aksi adaptasi dan perubahan iklim.
Sementara itu , Yusak Subnafeu selaku Field Officer program CRIC- UCLG ASPAC pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa, Meeting Virtual pelatihan penyusunan rencana aksi iklim lanjutan dari kegiatan yang dilakukan pada beberapa waktu lalu meliputi dua poin yakni pertama adaptasi, potensi dampak Iklim mencakup kerentanan, keterpaparan, kemampuan adaptif, proyeksi iklim ekstrim basah dan kering, urgency bencana serta penyusunan rencana aksi adaptasi.
Pada kesempatan ini akan di bahas lebih lanjut terkait urgensi bencana iklim basah dan urgency iklim kering bersama OPD terkait untuk mendapatkan kesepakatan bersama dan menghasilkan penilaian kegiatan yang berkontribusi postif terhadapa adaptasi perubahan iklim dan bencana. Selanjutnya Mengidentifikasi kegiatan dengan skor tinggi, sangat tintggi dari setiap OPD Terkait.

Menurut Yusak Subnafeu, dalam pelatihan penyusunan rencana aksi ada pembahasan indikator sub kegiatan yang di bahas dari instansi dan lembaga terkait untuk mengetahui apakah berhubungan dengan rencana aksi iklim terkait 18 tujuan pembangunan berkelanjutan(TPB) atau SDGs ; ekosistem, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, mata pencaharian dan tata pemerintahan.

Dijelaskan Yusak, dari hasil pertemuan pada kesempatan kali ini menghasilkan beberapa kesepakatan bersama antara lain peta potensi dampak perubahan iklim, kerentanan iklim, keterpaparan iklim, resiko iklim basah, urgency bencana kering atau kekeringan dan urgency bencana basah atau longsor dan banjir.

” Jadi pada kegiatan pelatihan penyusunan rencana aksi iklim yang digelar hari ini baru sampai pada tahapan proses penilaian terhadap rencana aksi adaptasi iklim untuk menghasilkan dan mendapatkan skor yang tinggi dan sangat tinggi dari OPD terkait sehingga dari skor tersebut mendapat prioritas dalam penyusunan rencana adaptasi aksi Iklim di kelurahan mana saja yang terdampak adaptasi perubahan iklim di Kota Kupang,” Jelas Yusak Subnafeu.

Disampaikan Yusak Subnafeu bahwa, pada kesempatan mendatang CCROM IPB akan terus mendampingi OPD dan lembaga terkait untuk mengidentifikasi prioritas rencana aksi adaptasi iklim di kelurahan yang paling berpotensi terdampak akibat perubahan iklim ( CP).

Komentar