Gelar ToT Emo Demo, BISA Sasar 1000 HPK dan Remaja Serta Turunkan Prevelensi Stunting

Kupang, media indonesia menyapa.com – Tingginya angka stunting di Kabupaten kupang menyebabkan pemerintah dan para stackhoulder harus bekerja ekstra untuk melakukan berbagai upaya agar dapat mengatasinya.

Terkait hal tersebut maka Save the Children dan Nutrition International melalui program BISA
menyelenggarakan ToT Emo Demo bagi tenaga kesehatan yang berada di Kabupaten Kupang, terkhususnya , kader posyandu, bidan dan lainnya yang berlangsung di Neo Asthon hotel pada senin(3- 5 mei 2021). dengan tujuan Meningkatkan kapasitas Tenaga Kesehatan di Tingkat Provinsi, Kabupaten dan kota.

Rufina Pardosi koordinator program BISA menyampaikan, program BISA ,bertujuan mengurangi stunting dengan meningkatkan status gizi dan perilaku hidup sehat anak perempuan remaja, wanita usia reproduksi, dan anak-anak di bawah usia dua tahun di dua Provinsi – Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat.

Ditambahkan , Program BISA menyasar keluarga 1000 HPK dan remaja yang dianggap sebagai kelompok paling rentan dan berdampak besar dalam peningkatan gizi di masyarakat.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 20018 menunjukan bahwa prevalensi stunting Nasional berada pada angka 51,7% dan NTT pada angka 42,6% untuk kelompok usia balita, sedangkan prevalensi angka stunting pada balita secara nasional sebesar 32,8% dan NTT pada angka 29,9%.

Selain itu, Target BISA adalah mengimplementasikan pelatihan dan pendampingan untuk keluarga 1000 Hari pertama serta remaja dan Strategi program BISA adalah mendorong terjadi perubahan perilaku di level individu dan masyarakat melalui pendekatan sosial dan komunikasi perubahan perilaku, penguatan sistem kesehatan dan kapasitas tata kelola
perencanaan dan penganggaran pemerintah.

Untuk diketahui, Melalui program BISA bermaksud mengimplementasikan EMO DEMO sebagai bagian dari strategi komunikasi perubahan perilaku yang akan dimulai dengan pelatihan Training of Trainers (ToT) untuk staf Provinsi, kabupaten, petugas puskesmas, bidan
desa, KPM dan Ketua Kader di
kabupaten Kupang. Trainer inilah yang kemudian akan melakukan pelatihan untuk Kader Posyandu. Trainer yang ada nantinya akan terlibat dalam monitoring implementasi EMO DEMO di tingkat Posyandu.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kupang, Obet Laha, ketika membacakan sambutan Bupati Kupang, pada kegiatan ToT Emo Demo, mengatakan, Kemitraan antar pemerintah, Lsm/Ngo, dan masyarakat sejak awal kepemimpinan kami telah dijadikan prioritas konsep triplehelix,telah diimplementasikan pada berbagai kegiatan di kabupaten Kupang.

Diungkapkan Sekda, Save the children, bahkan telah kita libatkan sejak penyusunan RPMJD Kabupaten Kupang Tahun 2019- 2024.
Dukungan Save the children dalam tin penusunan RPJMD, diarahkan untuk pemenuhan hak atas anak.

“Inilah Wujud komitmen kita, inilah semangat kita dalam membangun. semua pihak akan kita libatkan. Tidak ada resisten, tidak juga pengabaian untuk Lsm atau NGO terlibat dalam kesatuan derap langkah pembangunan di kabupaten Kupang.
mari bersamakita bangun Kabupaten kupang menuju kemajuan, kemandirian,dan kesejahteraan masyarakat tahun 2024.,” jelas Sekda, Obet Laha.

Lebih lanjut di sampaikan, pemenuhan hak atas anak merupakan salah satu bagian dari hak asaai manusia yang qajib di jamin, dilindungi,dan di penuhi oleh orangvtua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan Negara.

“Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial,” kata Obet Laha.

Pemerintah kabupaten Kupang terus berupaya untuk memenuhi hak anak, terutama hak anak di banding kesehatan. Dengan segala sumber daya yang di miliki, upaya kesehatan komprehensif akan terus dilakukan target utama pemenuhan hak anak yang akan dicapai melalui implementasi program lintas sektor yaitu, penurunan angka prevelensi stunting 25,3 persen pada tahun 2010 menjadi 9,3% pada tahun 2024 dan peningkatan kategori madya pada tahun 2024.

Menurut Obet Laha, Hal penting yang perlu kita pahami bersama bahwa stunting disebabkan oleh banyak faktor yakni kondisi sosial, ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Oleh sebab itu faktor – faktor ini mesti diatasi sesegera mungkin.

Lebih lanjut Sekda mengatakan,  Penyelenggaraan ToT ini merupakan kegiatan penting yang strategis untuk mengatasi sekaligus menurunkan prevelensi stunting di kabupaten Kupang.

Sekda berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan secara serius , pahami dan serap seluruh praktik dan jadikan kesempatan ini sebagai wadah meningkatkan kompetensi dalam bekerja melayani masyarakat di kabupaten kupang dan bagi trainer jadikan kegiatan ini sebagai bentuk akuntabilitas dalam mengemban misi, mulia untuk menjadikan anak – anak di kabupaten kupang sebagai generasi berkualitas. ( CP ).

Komentar