TP PKK NTT Kolaborasi Alumni Universitas Indonesia Gelar Rapid Test Gratis Bagi Warga Manutapen

Untuk memerangi Covid 19 yang saat ini masih mewabah di NTT terkhususnya di Kota Kupang, maka perlu ada sikap disiplin dan kesadaran dari masyarakat agar bersama perangi pandemi Covid 19.

Kupang,media Indonesia menyapa.com- Bertepatan dengan hari Pahlawan 10 November 2020, Julie Sutrisno Laiskodat, sebagai ketua Tim Penggerak PKK NTT mengadakan kegiatan Rapid Test Gratis di kelurahan Manutapen.

Kegiatan yang dilakukan oleh PKK Provinsi NTT berkolaborasi dengan Alumni Universitas Indonesia dalam rangka memperingati hari pahlawan tersebut mengusung tema “Pahlawan Perempuan memerangi Covid 19”. Terkait tema tersebut pula maka ada keistimewaan yakni hadir pada kegiatan tersebut hanya wartawan perempuan saja.

Sementara itu, Kegiatan tersebut ditujukan kepada kaum perempuan kader PKK kelurahan, kader posyandu, ibu-ibu penggerak Pemberian Makanan Tambahan, guru Paud dan SD berserta staf kantor Kelurahan Manutapen kecamatan Alak, Kota Kupang, Senin, (10 /11/ 2020).

“Rapit Test Gratis ini bertujuan untuk mendukung pemerintah provinsi NTT dan Kota Kupang dalam upaya meminimalisir penularan Virus Covid-19 di masyarakat yang dimulai dari kelurahan sebagai wilayah terkecil”, ungkap Bunda Julie.

Selain itu, Julie Laiskodat menyerahkan donasi 100 lembar masker berbahan tenun ikat hasil karya pelaku UKM lokal NTT dan 150 buah sabun lux kepada Lurah Manutapen dan ketua LPM Kelurahan Manutapen untuk dibagikan ke warga kelurahan Manutapen yang belum punya masker.

Turut menyaksikan Lurah Manutapen Andy Ardiansyah Akbar, S.IP.,M.M., Kepala Puskesmas Kelurahan Manutapen dr. Hariyono, ketua LPM Kelurahan Manutapen Samuel Hauteas, dan Bhabinkamtibmas, Kabid P2M Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Kabid. P2M Dinkes Kota Kupang.

Julie Laiskodat pada kesempatan tersebut mengatakan, Pandemi Covid-19 mewabah sejak Maret hingga saat ini dan penanganan pencegahan Covid 19 di Provinsi NTT sangat baik, hingga NTT sempat mendapat pujian sebagai zona hijau namun seiring berjalannya waktu, masyarakat menjadi lengah dan mengabaikan protokol kesehatan menyebabkan penyebaran virus Corona ( Covid 19) kemudian mewabah di NTT hingga berjatuhan pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19.

“awalnya NTT zona hijau namun mungkin karena terbuai dengan zona hijau tersebut, membuat masyarakat mengabaikan protokol kesehatan, yang akhirnya saat ini sudah ada 787 pasien positif Covid-19 di NTT, terbanyak di Kota Kupang Dan setiap hari ada penambahan,” ujar Julie Laiskodat.

Oleh sebab itu, ketika semakin merebak nya pandemi Covid-19 dan mengakibatkan grafik yang terus meningkat, maka Juli Laiskodat, selaku ketua TP PKK Provinsi NTT berinisiatif untuk melakukan gerakan – gerakan dengan mengadeng dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat mulai dari yang kecil seperti rapid test secara gratis.

Julie Laiskodat yang juga ketua Dekranasda NTT kemudian memulai langkah nya mengandeng Alumni Universitas Indonesia menyelenggarakan rapid test gratis kepada warga masyarakat di kelurahan Manutapen. dan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap ke kelurahan lain.

“ Kelurahan Manutapen merupakan salah satu kelurahan diselenggarakan Rapid Test pertama ini, karena merupakan Kelurahan Model di Kota Kupang, Disamping itu, disini belum ditemukan masyarakat reaktif Covid-19, diharapkan menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Kupang,” tandasnya.

Menurut Ketua TP PKK NTT, PKK NTT merasa terbantu dengan kehadiran Alumni UI di NTT, yang berusaha mendatangkan alat Rapid Test tersebut.
TP PKK hanya memfasilitasi, dan bekerjasama dengan pihak Puskesmas, kelurahan dan Alumni Mahasiswa UI di NTT serta Dinkes Provinsi NTT.

Julie Laiskodat juga mengingatkan bahwa, pencegahan Covid-19 cukup dengan 3 M, yaitu Memakai masker Mencuci tangan dan Menjaga jarak.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Manutapen, Andy  Ardiansyah Akbar menegaskan, sasaran yang akan dilakukan Rapid Test diantaranya, aparat di Kelurahan Manutapen, guru-guru SD dan prioritasnya ibu-ibu kelompok Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Total yang akan melakukan rapid test ada 100 orang.

Hadir juga pada kesempatan tersebut, dr Hery sebagai dokter puskesmas Manutapen, dimana dirinya mengatakan, bahwa kegiatan rapid test ini, peserta dibagi di 2 tempat yaitu di aula kantor Manutapen dan di  Sekolah SD Inpres Pal 1 yang terletak di depan kantor Lurah Manutapen.

“Petugas yang  kami disiapkan 5 orang diatur secara teknis supaya masyarakat tidak berkerumun.dan Sebelum masuk, tetap mengikuti protokol kesehatan yakni mencuci tangan, dan memakai masker serta jaga jarak,” jelas dr.Hery.

Menurut dr Hery apabila dalam pemeriksaan rapid test ini ditemukan adanya gejala seperti reaktif ,maka akan ditindak lanjuti ke Dinas kesehatan kota kupang untuk penanganan lebih lanjut.
( CP ).

Komentar